Banjir Gandaria terjadi kemarin


Dwi Sugiarto, sabtu kemarin terjadilah hujan deras turun dari langit bersamaan petir yang menggelegar dengan cahaya kilat yang menyambar teratur bergantian antara cahaya dan suara keras datang. Hujan tak seberapa lama kira-kira dua jam yang menyebabkan air melimpah sehingga jalan bagai sungai karena air. Di atas jalan mata kaki tak terlihat karena tertutup air limpahan got yang hanya berpenampang duapuluh centimeter persegi.

Terlihat kejadian yang pasti terulang bila hujan deras datang tak diundang. Hal ini memang jarang terjadi tetapi sangatlah berarti untuk dikaji bila beberapa rumah tergenang air sampai kamar dan ada juga kios terendam air mengalir. Coba perhatikan adakah hal-hal yang harus diperbaiki?

Beberapa hal yang telah terjadi :

  1. Selokan hanya berdiameter lebih kurang dua puluh sentimeter persegi, dan hanya sebelah dari sisi jalan ke arah Setu Pedongkelan atau jalan Poncol.
  2. Ada ketidak pedulian masyarakat akan pentingnya selokan yang berpenampang luas memadai.
  3. Apakah pembangunan jalan darat dan saluran air itu telah disinkronisasi dalam perencanaan? Saya kurang paham …
  4. Perlu evaluasi meluas akan hal-hal yang terkait, dalam masyarakat ini.

Stakeholder dalam lingkungan antara lain, masyarakat, pengurus RT, pengurus RW, LMK, pegawai / aparat  kelurahan, aparat kecamatan dst. ke atas. Tentunya untuk Jakarta Timur ya walikota, sampai gubernur DKI Jakarta.  Perlu sekali evaluasi menyeluruh memang untuk keharmonisan dan keseimbangan dari pembangunan ini.

Kalau digagas lebih jauh bawah banjir di Jakarta ini sangat berkaitan daerah sekitarnya, khususnya Bogor dan sekitarnya, ini special banjir kiriman. Kalau Jakarta Timur bagian selatan seperti Gandaria ini sangat dipengaruhi wilayah Depok, Jawa Barat. Wilayah yang terpengaruh adalah Kecamatan Pasar Rebo, Kelurahan Kalisari, Cijantung dan Baru. Ini special hujan deras Kelapa Dua Depok Jawa Barat dan sekitarnya, lalu mengalir ke Situ Pedongkelan Pekayon, luber lalu mengalir ke sungai kecil yang akan menuju Kali Ciliwung, melalui Kalisari, Cijantung dan Baru. Ketinggian air bisa naik sampai satu setengah meter dari biasanya untuk daerah tertentu. Surutnya bisa dua atau empat jam kemudian, ini tergantung dari hujan telah reda atau belum. Banyumurni dalam utama mandiri sejahtera memahami akan arti pentingnya koordinasi menyeluruh antara stakeholder dimasyarakat, untuk mencapai kondisi harmonis serta nyaman, dalam situasi apapun. Semoga sedikit ini ada manfaatnya. Amin.

Tentang Haji Dwi Sugiarto

Bismillahi tawakkaltu alaullah. Rawe-rawe Rantas Malang-malang Putung. Bahagia bersama-Nya. Islam Nusantara itu Islam Rahmatan lil alamin. Salam Berkah Sobat.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s