Satunya Tekad bawa Keberhasilan


Dalam juang yang mulia, seseorang mesthi bawa bekal yang memadai sebesar cita-cita yang diperjuangkan itu. Apapun itu selalu ada karena cipta rasa dan karsa yang diberikan Yang Maha Memberi. Akhir suatu perjalanan itu hanya dua yaitu mulia atau nestapa, hidup terhormat atau mati dengan nama baik. Semua ada acuan aturan standar yang ditetapkan untuk menjalani hidup dalam kehidupan yang penuh tantangan atau pembelajran ini.

“Hidup itu untuk menghidupkan” … untuk makna yang lebih luas hidup harus bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain. Lahir di dunia fana yang selalu berubah-ubah ini ketahanan mental seseorang diuji dengan harta, tahta dan wanita. Siapa saja yang berhasil menundukkan ketiganya hingga akhir hidup akan dimuliakan hidupnya oleh Yang Maha Hidup.

Dengan cita-cita yang konstruktif dalam visi mulia hasil rangkuman cipta rasa dan karsa mulia, seseorang akan memberi hidup dalam hidupnya sendiri juga untuk orang lain. Sebenarnya ini semua kembali pada dasasr ilmu yang telah dipunyainya, baik itu ilmu pengetahuan maupun ilmu hidup yang berupa pengalaman yang membentuk karakter jati diri yang selalu ada dalam setiap langkah perbuatan sehari-hari. Perlu kejelian dalam mawas diri ini bahwa selalu ada pula penggoda keberhasilan, diantaranya tidak sungguh-sungguh dalam berbuat menuju cita-cita yang telah ditetapkan. Ada pula kengganan atau malas dalam berjuang atau berbuat yang lebih baik. Niat awal seorang yang beriman selalu ada uuntuk ibadah kepada Allah Swt, ini nilai tambah yang tidak dimiliki orang kafir maupun munafik.

Visi mulia itu merupakan sasaran akhir yang ditetapkan oleh pejuang mulia yaitu Ridho Allah, namun tidak cukup visi saja, ada pula kelengkapan yang harus dipakai untuk mencapainya yaitu misi atau langkah penjabaran yang lebih riil untuk dilaksanakan terus-menerus sehingga dapat diukur dengan standar pencapaian yang selalu lebih baik dari ketetapan yang telah disetting.

Satu hal yang dapat mendongkrak keberhasilan adalah satu tekad bulat untuk mencapai cita-cita mulia itu, pada setiap saat berbuat atau bertindak fokus berhasil. Semoga sedikit uraian kami al fakir daapat memberi manfaat pada diri penulis maupun orang lain, di dunia dan akherat. Amin.

Tentang Haji Dwi Sugiarto

Bismillahi tawakkaltu alaullah. Rawe-rawe Rantas Malang-malang Putung. Bahagia bersama-Nya. Islam Nusantara itu Islam Rahmatan lil alamin. Salam Berkah Sobat.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s