Cinta Tanah Air itu Indah kalau berpijak Kebenaran


Subhanallah, hari ini Indah sekali sangatlah baik lagi penting untuk selalu memperbarui cinta di hati ini. Cinta sebagai karunia yang tiada tara dan tiada henti dari Allah Swt, sebagai pengejawantahan Ar Rohman wa Ar Rohim-Nya kepada kita. Sepatutnya lagi wajib untuk kita sadari, nikmati selalu kita syukuri, Alhamdulillah semua yang ada adalah wujud Cinta Kasih Illahi.

Hadratussyech K.H. Hasyim Asy’ari, sangat mencintai bumi Nusantara terbukti dalam film dokumenter : Sang Kyai, beliau berfatwa “Membela Tanah Air itu Fardhu Ain ( wajib bagi setiap insan)”. Inilah yang memacu semangat para pejuang bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan, baik para tentaranya maupun para santri dengan Laskar Hizbullah ( banyak santri yang belajar di bidang kemiliteran yang di latih oleh Nippon masa itu yang mengaku-aku sebagai kakak tua dari Bangsa ini, padahal menjajah).  Dengan sikap damai yang ditunjukkan K.H. Hasyim Asy’ari : banyak para ulama dan kyai yang terselamatkan dalm perjuangan kemerdekaan sehingga sampai sekarang generasi para santri BISA berjuang menegakkan ajaran Rosulullah, yang mengacu metode para wali songo yang sering disebut massa Islam Tradisional, lebih umumnya Islam Nusantara. Salah satu karya beliau adalah Nahdlatul Ulama. Baca Alfatehah untuk K.H. Hasyim Asy’ari dan para pejuang kebenaran, pahlawan NKRI … Alfatehah. Amin.

Banyumurni dalam utama mandiri sejahtera memahami pentingnya “Cinta Tanah Air” dan mencintai para ulamanya sebagai pewaris Nabi Muhammad Saw, untuk tetap menguatkan  Sosialisasi Empat Pilar Bangsa Indonesia sebagai rasa syukur damainya Negeri tercinta ini Indonesia. Dan empat pilar ini juga dikuatkan oleh beliau Bapak Taufik Kiemas (Almarhum) sebagai Ketua MPR RI hingga akhir hayat.  Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau yang telah kembali keharibaannya kemarin 8 Juni 2013, dan bisa menjadi pelajaran suri tauladan generasi muda PDIP dan anak-anak bangsa ini, untuk selalu berjuang dalam Indonesia Damai. Amin.

Pancasila dasar NKRI masih relevan di Globalisasi … sebagai generasi muda Bangsa Indonesia ini Haji Dwi Sugiarto, berusaha dan berdoa selalu untuk tetap dapat ambil bagian dalam membangun NKRI melalui wilayah Ibukota negara DKI Jakarta dalam Jakarta Baru  dan menguatkan Islam Tradisional atau Islam Nusantara yang sering disebut dalam Atlas Walisongo. Jayalah negeriku semoga dapat pemimpin yang adil adan bijaksana, salah satunya pasangan gubernur dan wakil gubernur Bapak Jokowi-Ahok ini bisa menjadi orang yang amanah. Amin. Salam Berkah Sobat.

Tentang Haji Dwi Sugiarto

Bismillahi tawakkaltu alaullah. Rawe-rawe Rantas Malang-malang Putung. Bahagia bersama-Nya. Islam Nusantara itu Islam Rahmatan lil alamin. Salam Berkah Sobat.
Pos ini dipublikasikan di Nusantara, Sejarah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s