Haji Umroh sebagai napak tilas Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail AS


Sungguh indah pelajaran dalam hidup ini, setiap detik atau masa ada pelajaran yang disebut pengalaman. Sebagai muslim dan muslimat tentu sangat senang dan ada rasa ingin yang menggebu-gebu untuk bisa melaksanakan bila diajarkan atau di paparkan tentang ibadah haji atau umroh.

Padang Arofah tempat berjua Nabi Adam As dengan Ibu Siti Hawa

Padang Arofah tempat berjua Nabi Adam As dengan Ibu Siti Hawa

 Subhanallah … sungguh tentram hati ini bila kita dimampukan Allah SWT untuk melengkapi rukun Islam dengan menunaikan ibadah haji ke Baitullah di Makkah Al Mukkarammah di Jazirah Arab. Coba kita renungkan atau menapak tilas tentang syarat, rukun, wajib dan sunnah nya ibadah haji dan umroh, yang mana semua sudah dicontoh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Beliau menuruti bimbingan malaikat Jibril As yang telah Allah kasih hak mutlak membimbing Nabi SAW, sebagaimana kakek – nenek Beliau Nabi Ibrahim dan Ibu Siti Hajar, serta Nabi Ismail As menjalankan perintah Allah. Di Padang Arofah inilah pokok pelajaran Haji dalam waktu dan tempat yang sudah ditetapkan hanya satu kali setahunnya, yaitu 10 Dzulhijjah di tahun Hijriah.

Ayahanda sedang berdo'a di Bukit Shafa memandangi Baitullah Ka'bah, mengikuti jejak Rosullallah.

Ayahanda sedang berdo’a di Bukit Shafa memandangi Baitullah Ka’bah, mengikuti jejak Rosullallah.

 Adapun contoh napak tilas di wilayah Baitullah Makkah Almukkaramah, yaitu perjuangan Ibunda Siti Hajar yang mencarikan air dengan berlari-lari mengulang-ulang tjuh kali bolak-balik dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Itulah perbuatan yang disebut Sa’i dalam rangkaian Haji maupun Umroh.

Yaa Allah sungguh indah dan besar semua pelajaran yang Engkau berikan kepada kami ini. Di saat Ibunda Siti Hajar berusaha keras dengan CITA CINTA sejati bergerak atau melakukan pergerakan dalam mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhan putra beliau yang masih bayi Nabi Ismail As, bilau tidak mendapatkan langsung, tetapi Allah memberikan kepada Nabi Ismail melalui gerakan kaki sang bayim saat memukul-mukul tanah keluarlah air, bertambah banyak. Dari bukit terlihat oleh Ibunda Siti Hawa, maka tanpa disadari setelah bolak-balik tujuh kali Shafa ke Marwah, nampaklah basah dikai Nabi Ismail. Saat itu lah ibunda berusaha mengumpulkan air yang menjadi terkenal perbuatan itu dan sering disebut Zam-zam atau Air Zam-zam tang berkah. Semoga tulisan banyumurni ini mberkahi. Amin.

Tentang Haji Dwi Sugiarto

Bismillahi tawakkaltu alaullah. Rawe-rawe Rantas Malang-malang Putung. Bahagia bersama-Nya. Islam Nusantara itu Islam Rahmatan lil alamin. Salam Berkah Sobat.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Rohani dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Haji Umroh sebagai napak tilas Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail AS

  1. zedeen berkata:

    semoga bisa ke sana, amiin

  2. Agus Karyanto berkata:

    Kang, iki web umroh. tolong diterimo yo Umroh Murah http://nuralqimah.com/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s