Harta Tahta Wanita itu Semua Perhiasan Dunia juga di Pemilu 2014


Masa dulu dan sekarang, para raja-raja kerajaan nusantara atau di manapun tidak terkecuali raja-raja kecil di wilayahnya masing-masing selalu merasa berkuasa total.  Ada pepatah atau kesimpulan manusia jaman dulu bahwa tiga hal itu saling bersanding atau saling mengisi yaitu harta – tahta – wanita, apabila mereka telah mendapatkan posisi yang diinginkannya ketiganya pasti mati-matian untuk dikuasainya juga. Keseimbangan lahir batin yang diharapkan oleh semua manusia dalam kehidupan ini menjadi penting, itulah harmonisasi.

Perhiasan dunia itu salah satunya adalah jabatan atau tahta, coba kita perhatikan dan renungkan bagaimana para lurah, bupati, walikota, gobernur, presiden dan wakilnya, caleg ( calon legislatif ) mereka menggunakan segala cara untuk menduduki posisi tersebut. Apakah dengan cara dialam nyata atau alam gaib, dengan cara benar ( sesuai peraturan yang ada ) atau cara melanggar peraturan, dengan jujur atau membohongi pendukung. Cara-cara inilah yang memacu adrenalin untuk terus berjuang menggapai tujuan yaitu posisi jabatan. Banyumurni menilai dengan mengamati apa yang terjadi di bumi nusantara ini banyak pejabat-pejabat yang menggunakam jabatannya untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya yang belum tentu itu hak dan berkah baginya. Mungkin motivasi dan cara awal meraih jabatan yang telah banyak mengeluarkan biaya atau ongkos poliitik dan cara yang tidak benarlah, memacu napsunya untuk korupsi. Janganlah para pejabat itu berkorupsi atau menyengsarakan diri sendiri dan orang lain, karena korupsi itu pasti ketahuan sekarang atau masa mendatang. Janganlah korupsi hai para pejabat, kasihani dirimu sendiri dan keluargamu.

Perhatikan juga bagi para legeslatif yang duduk di singgasana itu sebenarnya hanya wakil rakyat, namun mereka banyak yang lupa setelah amanat dari rakyat diberikan padanya. Ini terbukti banyak yang menumpuk harta korupsi, juga berbuat selingkuh atau mengumpulkan banyak wanita simpanan untuk kepuasan diri mereka sendiri. Wasa ini berbahaya untuk nusantara NKRI tercinta ini kalau mental-mental pejabat tersebut tidak kuat dalam aqidah yang benar lagi menyelamatkan di dunia dan akherat. Monggo para pembuat kebijakan dan peraturan, tinadka dan hukum yang tegas terhadap koruptor itu, nila perlu miskinkan , seumur hidup atau hukum mati saja.

Salam Berkah Sobat.

Tentang Haji Dwi Sugiarto

Bismillahi tawakkaltu alaullah. Rawe-rawe Rantas Malang-malang Putung. Bahagia bersama-Nya. Islam Nusantara itu Islam Rahmatan lil alamin. Salam Berkah Sobat.
Pos ini dipublikasikan di Nusantara, Pendidikan, Pesta rakyat dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s